Tampilkan postingan dengan label susu kambing etawa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label susu kambing etawa. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 14 Juli 2012

SUSU KAMBING

DICARI DISTRIBUTOR DAN AGEN SUSU KAMBING ETAWA.HUB: 0853.2935.0007.DAPATKAN DISKON FANTASTIS.

Kami dari Sari Madu Utama Karanganyar Jawa Tengah Telp: 0271-7568529. Kami adalah produsen susu kambing etawa ALIIFA membutuhkan distributor susu kambing etawa termurah tersebut untuk seluruh wilayah di Indonesia. Harga Eceran Tertinggi ( HET ) Rp. 35.000,-. Kami berikan harga diskon FANTASTIS kepada anda yang berminat menjadi DISTRIBUTOR atau AGEN kami. Syarat dan ketentuan baca di sini. Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi/SMS Bapak YANTO No HP 0853.2935.0007. Dan berikut sekilas tentang produk kami:


Biasanya ketika menyebut susu, kita sering membayangkan susu sapi. Padahal susu kambing lebih tinggi manfaatnya dan khasiat jika dibandingkan dengan susu sapi.Dari segi proses pencernaan, susu kambing lebih mudah dicerna karena molekul lemaknya lebih kecil.
Jika dilihat dari khasiatnya, susu kambing tidak kalah dengan susu sapi. Salah satu sebab kurangnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi susu kambing adalah karena anggapan bahwa Susu kambing dapat menyebabkan darah tinggi dan "panas".

Sebenarnya, susu kambing berfungsi menstabilkan tekanan darah, jantung dan banyak lagi. Akan tetapi hanya sekian persen kaum muslimin seluruh dunia tahu akan manfaat susu kambing.

Susu kambing sebenarnya mengandung kandungan gizi yang lengkap dan baik untuk kesehatan. Ini tidak mengandung beta-lactoglobulin yaitu penyebab alergi yang dapat menyebabkan asma, masalah pernapasan, radang telinga, infleksi kulit dan gangguan saluran pencernaan. Susu kambing memiliki reaksi alkali yang menguntungkan pada mereka yang memiliki masalah asam terlalu banyak dalam perut dengan cara mengurangi asam hidroklorik perut dan melindungi membrane mucus di permukaan lapisan perut dari kerusakan.


FAKTA MENARIK TENTANG SUSU KAMBING

Menurut Penelitian Susu kambing memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh jika dibandingkan dengan susu sapi. Diantaranya adalah membantu mencegah ferrponic anemia ( kekurangan zat besi ), tulang rapuh dan mencerdaskan daya pikir anak-anak.

KELEBIHAN SUSU KAMBING DIBANDING SUSU SAPI
  1. Bersifat Alkali 
  2. 13% lebih kalsium 
  3. 25% lebih vitamin B-6 
  4. 27% lebih antioksidan dan selenium 
  5. 47% lebih vitamin A 
  6. 1.34% lebih potassium 
  7. 3.5% lebih niacin
Niacin adalah nama lain untuk Vitamin B3, yang diperlukan oleh tubuh kita untuk peredaran darah dan kulit yang sehat. Niacin penting dalam menghasilkan energi dari pada gula (blood sugar) dalam pembuatan lemak.Ia membantu dalam fungsi sistem saraf, dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein dan dalam produksi asam hidroklorik untuk sistem pencernaan. Ia juga terlibat dalam produksi cairan empedu dan perut yang normal dan sintesis hormon reproduksi cairan manusia. Niacin juga mampu menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki peredaran darah. Ia juga membantu dalam penyembuhan penyakit mental seperti schizophrenia. Kekurangan Vitamin B3 yang bisa menyebankan kelelahan, lemah badan, kulit merekah, bengkak mulut dan lidah, diare, gangguan mental, sakit kepala.


Karena khasiatnya yang sungguh menakjubkan inilah kami SARI MADU UTAMA dengan bangga memperkenalkan produk kami susu kambing dalam bentuk bubuk, yang kami beri nama ALIIFA. Susu Kambing Organik Bubuk ALIIFA terbuat dari SUSU KAMBING ETAWA yang dibudidayakan secara organik dan diolah sedemikian rupa untuk menjaga manfaat dan kualitasnya. Susu Kambing etawa merupakan sumber NUTRISI dan GIZI yang hampir setara dengan ASI. Sangat baik dikonsumsi oleh semua usia ( balita, anak-anak, dewasa dan lansia ).


Susu kambing etawa ini merupakan alternatif yang baik untuk mendukung pengobatan terhadap berbagai penyakit yang menggunakan pola makan yang alami (natural food) sehingga mempercepat kesembuhan.




SECARA UMUM SUSU KAMBING ETAWA SANGAT BAIK DIMINUM BAGI
  • Keluhan penyakit pernapasan seperti Asma,TBC,Bronkitis,Infeksi paru-paru 
  • Keluhan / gejala kekurangan darah (Anemia) dan wanita yang haid.
  • Membantu menguatkan tulang, gigi dan baik bagi penderita rematik serta mencegah kerapuhan tulang (Osteoporosis) 
  • Keluhan sakit perut/pencernaan tidak lancar dan Asam Lambung yang berlebihan
  • Menambah vitalitas dan daya tahan tubuh baik pria maupun wanita sehingga tetap semangat tidak mudah capek.
  • Membantu mengurangi keluhan yang diakibatkan sakit kanker.
  • Memulihkan kondisi tubuh orang yang baru sembuh dari sakit.
  • Memperbaiki kondisi jaringan lemak shg dapat menghaluskan kulit.
  • Meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.
  • Keluhan sakit ginjal,seperti Nephbrotic syndrom,infeksi ginjal,aram urat tinggi
KELEBIHAN PRODUK KAMI DIBANDINGKAN DENGAN PRODUK LAIN

  • Berbentuk bubuk sehingga tidak memerlukan lemari pendingin 
  • Diolah dengan 100% organic tanpa zat kimia 
  • Expired sampai dengan 15 bulan 
  • Rasanya manis dengan pemanis gula jagung. Aman bagi penderita diabetes 
  • Tanpa bahan pengawet, pewarna, dan bahan tambahan lain 
  • Tidak bau prengus 
  • Harganya relative murah dibandingkan produk sejenis

CARA MENGKONSUMSI
1. Untuk Terapi Penyembuhan Penyakit : Minum 2 kali sehari sebanyak 2 sendok makan, dengan ukuran gelas belimbing / gelas kecil. Di minum Pagi dan Malam hari akan tidur. Seduh dengan air hangat.

2. Untuk Pencegahan dan menjaga kebugaran Tubuh : Minum 1 kali sehari sebanyak 2 sendok makan dengan ukuran gelas belimbing / gelas kecil. diminum Malam hari akan tidur. Seduh dengan air hangat.

3. Untuk anak-anak cukup 1 sendok makan.

HARGA

Harga Eceran Tertinggi ( HET ) Rp. 35.000,-



KEMITRAAN
Kami membuka peluang kepada anda yang berminat menjadi Distributor kami dengan Syarat mudah dan ringan
  1. Order awal 500 kotak. Bulan selanjutnya min 250 kotak
  2. Bebas melaksanakan strategi pemasaran
  3. Fasilitas : Brosur, Spanduk Banner 
  4. Harga SMS pak Yanto
  5. Selengkapnya silahkan klik di sini
 Kami juga membuka peluang kepada anda yang ingin menjadi agen kami dengan syarat sebagai berikut:

1. Minimal order 60 kotak
2. Fasilitas : Brosur, spanduk Banner
3. Mendapat potongan harga sesuai quantity order
4. Harga SMS pak Yanto
5. Selengkapnya silahkan klik di sini

 
Demikian sekilas tentang produk kami, kami harap anda tertarik untuk ikut serta memasarkan produk kami tersebut, serta harapan kami masyarakat indonesia lebih memilih cara herbal dengan mengkonsumsi susu kambing etawa ALIIFA produksi dalam negeri dan hasil budidaya anak negeri tercinta ini. Terimakasih.


PENTING !!!

SISTEM PEMASARAN


Assalamu'alaikum wr wb
Bapak/Ibu calon distributor dan agen susu kambing ALIIFA yang kami hormati. Untuk mensukseskan penjualan susu kambing ALIIFA, kami disini ingin berbagi pengalaman tentang sistem pemasaran yang telah kami praktikkan dan telah terbukti ampuh untuk membuahkan omzet yang banyak.


Bapak/Ibu yang kami hormati. Banyak produk susu kambing sejenis yang mengalami kegagalan dalam hal pemasaran, dikarenakan kurangnya pengalaman dalam sistem marketing. Bukan maksud kami menyombongkan diri, akan tetapi sekali lagi ini adalah sekedar berbagi demi suksesnya penjualan Bapak/Ibu. Dan berikut kami sampaikan sistem pemasaran tersebut.


I. SISTEM PRESENTASI

Dalam hal ini adalah bagaimana cara mengoptimalkan tenaga kerja yang ada sehingga mampu menghasilkan omzet yang banyak. Tenaga kerja disini maksudnya adalah tenaga marketing ( sales ). kami yakin bahwa bapak/Ibu juga mempunyai beberapa sales. Akan tetapi mungkin jenis marketing outlet, yang hanya bertugas mencari outlet, apotik, ataupun agen. Hal tersebut lumayan bagus, akan tetapi kurang maksimal dan membutuhkan modal yang berlipat, dikarenakan sistem bayar yang dilakukan adalah konsinyasi.


Disini kami perkenalkan sistem pemasaran 'direct selling'. Bukan seperti yang Bapak/ ibu bayangkan mungkin, direct selling yang memperkenalkan produk langsung kepada konsumen door to door. Direct selling disini adalah melakukan sosialisasi / presentasi produk ke pertemuan-pertemuan atau perkumpulan-perkumpulan yang mempunyai audience yang lebih dari 30 orang.


Adapun mekanisme PRESENTASI adalah sebagai berikut:

1. Sales diwajibkan mencari jadwal-jadwal pertemuan/ perkumpulan.
Misalnya: Pertemuan Bapak-Bapak RT, RW, Tingkat kelurahan, pertemuan PKK, Pertemuan Dharma wanita, Bhayangkari, Pengajian, dll

2. Sales membuat jadwal pertemuan-pertemuan tersebut dari tanggal 1 sampai dengan 30 setiap bulannya.

3. Sales meminta ijin kepada ketua RT ataupun ketua panitia pelaksana sekaligus minta waktu dipertemuan nantinya untuk melakukan presentasi di sela-sela acara.

4. Sales melakukan presentasi di sela-sela pertemuan atau pada waktu yang telah diberikan oleh ketua RT atau ketua Panitia tersebut. Berikut contoh presentasinya:


a. Contoh teks presentasi klik disini
b. Contoh video presentasi klik disini


Namun sistem pemasaran dengan presentasi tersebut hanya bisa dipraktikkan di wilayah yang ada pertemuan RT dan pertemuan lainnya. bagi anda yang diluar wilayah jawa mungkin tidak ada pertemuan-pertemuan semacam ini. Oleh karena itu kami berikan wacana sistem lain yaitu


II. SISTEM DIRECT SELLING

Bagi anda yang berada diluar wilayah jawa dapat menggunakan sales dengan sistem marketing door to door. Akan tetapi sales harus ditarget dalam sehari harus menjual minimal 8 kotak. Target marketingnya adalah Kantor kantor Dinas Pemerintahan, Sekolah-sekolah, dari rumah ke rumah.


III. SISTEM OUTLET SELLING


Inilah langkah terakhir yang harus dilakukan jika sistem I tidak dapat dilakukan. Yaitu dengan menitipkan barang di outlet-oulet, apotik-apotik, agen-agen, toko-toko herbal dan lain-lain. Akan tetapi dalam penggunaan sistem ini tidak berhenti sampai disini. Bapak/ ibu harus melakukan promosi yang tertarget. misal anda harus promosi di koran lokal, majalah, radio, penempelan poster, promosi di internet, dan lain-lain. Tentunya hal ini membutuhkan budget yang tidak sedikit.


Kami sangat menganjurkan kepada anda untuk melakukan sistem pemasaran PRESENTASI. Kami akan berikan contoh langsung ke lokasi anda dan memberikan pelatihan kepada sales anda selama berada di wilayah jawa. Waktu dan tempat bisa dikoordinasikan terlebih dahulu.


Atau jika anda menginginkan hasil yang lebih dasyat lagi dapat melakukan ketiga sistem tersebut diatas secara bersamaan.


Demikian kiranya wacana yang dapat kami sampaikan, jika ada pertanyaan silahkan hubungi pak YANTO, kami layani 24 jam nonstop. Terimakasih atas perhatiannya.
Wassalamu'alaikum wr wb





keyword: 

susu kambing

susu kambing etawa

Kamis, 08 September 2011

Susu Kambing | Sunnah Rosul yang terlupakan

Assalamu’alaikum. Bapak-bapak dan ibu-ibu yang kami hormati, dalam postingan ini kami tuliskan alas an lain mengapa sebaiknya kita mengkonsumsi susu kambing yang menurut pandangan islam. Susu kambing adalah minuman yang tidak kalah bergizinya dibandingkan dengan susu sapi. Bahkan keluhan-keluhan kesehatan yang sering dijumpai akibat minum susu sapi tidak pernah ditemui beritanya pada orang-orang yang mengkonsumsi susu kambing.

Susu kambing dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang mempunyai alergi terhadap susu sapi. Boleh jadi itulah hikmahnya mengapa dalam riwayat-riwayat shahih tentang kehidupan Nabi Muhammad saw dan sahabat-sahabatnya kita temui kisah mereka minum susu kambing, dan bukan susu sapi!

Namun, manfaat susu kambing sayangnya masih belum disadari oleh kebanyakan kaum muslimin termasuk bangsa Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbanyak di dunia.
Sebagaimana di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat, di Indonesiapun susu sapi dan berbagai produk olahannya lebih memasyarakat dan lebih mudah dijumpai di pasaran dibandingkan dengan susu kambing.


Rasulullah saw. pernah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan dalam HR. Muslim bahwa Islam datang dalam keadaan asing dan pada akhirnya akan datang suatu masa di mana Islam akan menjadi asing kembali. Karena dalam memahami dan mempraktekkan ajaran-ajaran Islam seorang muslim diperintahkan Allah SWT. untuk meneladani Rasulullah saw. (QS. 33: 21), maka dalam sejarahnya terdapat pula masa di mana praktek meneladani semaksimal mungkin seluruh sikap dan perilaku sehari-hari Rasulullah – termasuk kebiasaan makan dan minumnya – mengalami masa awal yang asing dan masa kemudian yang asing pula. Di antara jenis minuman yang biasa diminum oleh Rasulullah saw. adalah susu kambing segar, yakni langsung diminum sesudah diperah dari kambing (kisah Abdullah bin Mas’ud pada masa remaja saat dia menggembalakan kambing milik Uqbah bin Mu’aith). Namun, berapa persen dari penduduk muslim di seluruh dunia ini – terlepas dari kemampuan ekonominya – yang punya kebiasaan minum susu kambing? Atau lebih spesifisik lagi: berapa persen dari seluruh kaum muslimin di dunia ini yang tahu akan manfaat susu kambing?

Sulit untuk menemukan adanya data statistik aktual tentang jumlah konsumsi susu kambing di seluruh dunia, apalagi di negara-negara yang penduduknya sebagian besar muslim karena pada umumnya data internasional tentang produksi, konsumsi dan kebutuhan susu ternak yang didokumentasikan dengan baik adalah untuk susu sapi. Bahkan tidak ada data dunia untuk jumlah populasi ternak ruminant kecil (kambing dan domba) yang dibedakan tujuan produknya (sebagai pemasok daging, serat wol, kulit ataukah susu).

Namun, dari data yang tersedia3 nampak bahwa produsen susu kambing yang paling produktif (dalam kg susu/ekor/tahun) di dunia adalah negara Eropa Barat dan Timur yang sebagian besar penduduknya non-muslim seperti misalnya Perancis (400), Rusia (125), Spanyol (121), Italia (115), dan Yunani (78). Sedangkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim seperti Aljazair (47), Irak (35), Sudan (31), Turki (30), Pakistan (17) dan Indonesia (15) produktifitas susu kambingnya sangat rendah. Juga dari muamalah penulis dengan sesama muslim, baik bangsa sendiri maupun bangsa asing yang tinggal di Jerman, dan dari pengamatan terhadap ketersediaan susu sapi dan susu kambing di pasar, toko maupun pusat-pusat perbelanjaan diduga kuat bahwa jawaban atas kedua pertanyaan di atas adalah: tidak banyak. Sebagaimana di berbagai aspek kehidupan lainnya (politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan/keamanan) rupanya dalam hal kebiasaan makan dan minumpun kaum muslimin masih dikuasai oleh arus pemikiran dan politik negara-negara barat.

Padahal Allah SWT. telah berfirman dalam Al Qur’anul Karim: „Maka makanlah yang halal lagi baik (thoyyib) dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah“ (QS. 16 :114). Kebanyakan kaum muslimin baru tiba pada tahap halal, belum sampai tahapan thoyyib. Padahal kalau kita menganalogikan dengan kedudukan sholat wajib dan membayar zakat yang selalu diperintahkan Allah secara bersama-sama dalam sebuah ayat (contohnya di dalam QS. 2: 83, 5: 12, 19: 55 dan 21: 73) untuk menunjukkan pentingnya hal yang kedua yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari hal yang pertama (riwayat Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. memerangi kaum muslimin yang enggan membayar zakat meskipun mereka tidak meninggalkan sholat), maka semestinya pengetahuan mengkonsumsi makanan dan minuman yang thoyyib pun tidak boleh dipisahkan dari yang halal. Maka hendaknya kita tidak berpuas diri dengan mengetahui makanan dan minuman yang halal saja, melainkan hendaknya kita juga menambah pengetahuan kita akan ke-thoyyib-an makanan dan minuman halal, termasuk susu.


Pada umumnya konsumsi susu ternak dianjurkan karena potensinya sebagai sumber protein dan kalsium yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Bahkan sebagai sumber kalsium – dengan pola makan masyarakat yang umumnya sangat kurang konsumsi sayur segarnya – nyaris susu tak bisa digantikan dengan bahan makanan lainnya. Oleh karena itu, pada umumnya ahli pangan dan gizi sangat menganjurkan untuk minum susu setiap hari. Namun, seorang ahli pangan yang sangat memperhatikan pengaruh pola makan terhadap kesehatan dan proses timbul dan sembuhnya berbagai macam penyakit, Norman W. Walker telah membuktikan bahwa susu – kecuali susu kambing segar – adalah bahan makanan yang paling banyak menimbulkan lendir di dalam tubuh manusia. Beliau juga mengamati bahwa susu yang paling cocok untuk dikonsumsi manusia (selain bayi yang belum lepas dari air susu ibu) adalah susu kambing segar. Dinyatakannya pula bahwa pemanasan di atas suhu 48°C justru merusak nilai fisiologis susu kambing dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena merangsang timbulnya lendir yang berlebihan – suatu hal yang sangat kontroversial bagi ahli gizi dan teknologi pengolahan pangan pada umumnya.

Di antara gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari mengkonsumsi susu sapi adalah kegemukan, asma, infeksi paru-paru, pilek alergi (misal alergi serbuk sari) dan tuberkulosis6, meskipun pada umumnya ahli gizi dan dokter berpendapat bahwa susu sapi dapat menjadi bahan makanan sumber berbagai macam antibodi untuk melawan penyakit.

Allah SWT. telah berfirman bahwa susu adalah minuman yang disediakan-Nya bagi manusia (QS. 16: 66, 23: 21). Allah juga menyebutkan bahwa minuman susu itu mudah ditelan oleh manusia. Dalam istilah ilmu gizi tentunya mudah ditelan ini maksudnya adalah mempunyai arti fisiologis yang baik. Tidak mungkin Allah menjerumuskan hamba-hamba-Nya dengan menunjukkan sumber minuman yang justru menimbulkan berbagai macam penyakit. Maka dalam kontroversi manfaat ataukah kerugian yang akan kita rasakan sesudah mengkonsumsi susu sapi perlu dikaji secara menyeluruh, bukan hanya untuk satu jenis gangguan kesehatan semata. Kalau dikatakan susu sapi bisa menjadi sumber antibodi untuk melawan penyakit tertentu, sedangkan di sisi lain status kesehatan orang yang bersangkutan tidak dimonitor secara menyeluruh (misal alergi tetap ada dan berat badan semakin bertambah tanpa bisa dikontrol), maka boleh jadi memang ada manfaat dari susu sapi bagi kesehatan manusia di samping banyak mudhorot yang ditimbulkannya. Ini mirip dengan yang telah berlaku bagi minuman keras (khamr), tapi dalam khamr ini Allah jelas-jelas telah membongkar rahasianya dengan berfirman bahwa di dalam khamr memang bisa ditemui ada manfaatnya (paradoks Perancis dengan khamr anggur merahnya), namun kemudhorotannya jauh lebih besar. Dengan demikian maka besarnya konsumsi susu sapi oleh kaum muslimin selama ini bisa jadi hanya disebabkan oleh keterbatasan ilmu manusia yang keliru dalam menafsirkan ayat tentang susu dalam Al Qur’an sebagai susu ternak apa saja termasuk sapi, sedangkan seharusnya adalah susu kambing. Bukti-bukti ilmiah tentang manfaat susu kambing terhadap kesehatan sebetulnya telah diperoleh manusia hanya saja secara umum publikasinya masih kalah dibandingkan dengan susu sapi.


Sesudah mengetahui sangat banyaknya manfaat susu kambing dibandingkan dengan susu sapi, maka tentu timbul pertanyaan: Mengapa di Indonesia sulit dijumpai produk susu kambing di toko-toko atau di supermarket- supermarket? Bukankah kambing bisa hidup di iklim negara kita? Apakah memang budidaya kambing itu sulit alias tidak prospektif dari sudut pandang ekonomi? Telah diteliti bahwa budidayakambing sangat potensial dan realistis untuk dikembangkan di negara-negara yang sedang berkembang dengan iklim tropis

Dari Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Penelitian Ternak di Bogor dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di Indonesia sangat cocok bagi budidaya kambing dari jenis yang bisa dijadikan sekaligus pemasok susu dan daging, yakni peranakan antara kambing kacang dan kambing Etawah yang berasal dari India dan dikenal dengan kambing PE. Dalam laporan penelitian itu disarankan agar ternak kambing yang jantan dibesarkan untuk dimanfaatkan dagingnya, sedangkan ternak yang betina dibesarkan untuk diambil susunya. Diperhitungkan bahwa satu ekor kambing PE dapat mencukupi kebutuhan protein hewani asal susu untuk sebuah keluarga dengan 5 orang anggota keluarga. Budidaya kambing PE ini sudah menunjukkan keberhasilan di beberapa daerah sehingga sangat potensial untuk dijadikan proyek nasional bagi negara kita yang mayoritas penduduknya masih sangat rendah status gizi dan kemampuan ekonominya.

Jadi, apa lagi yang perlu kita tunggu? Di satu sisi kita dapat menaikkan taraf kesehatan masyarakat dengan menyediakan sumber protein hewani yang halal dan thoyyib, dan menaikkan taraf ekonomi rakyat di pedesaan-pedesaan melalui usaha budidaya kambing ini. Di sisi lain kita dapat melestarikan salah satu sunnah Rasulullah yang telah banyak dilupakan orang di negara yang mayoritas penduduknya muslim. Kita bisa mengambil pelajaran dari negara tetangga kita Malaysia yang telah sukses lebih dahulu dalam mempromosikan pentingnya peran susu kambing ini secara profesional.

Oleh karena itu sudah saatnya para ahli teknologi pengolahan pangan, ahli gizi, ekonom, ahli budidaya ternak dan jajaran pimpinan di pemerintahan memikirkan lebih serius lagi dan saling bekerja sama dalam memasyarakatkan peran penting susu kambing ini dan meningkatkan produksinya. Dalam hal ini ada dua hal penting yang perlu mendapatkan prioritas: peningkatan produksi susu dengan tetap memperhatikan kesehatan ternak dan lingkungan, dan peningkatan keamanan/higiene susu, terutama karena manfaat kesehatan susu kambing sangat berkurang akibat pemanasan, sedangkan pada umumnya untuk keamanan dan pengawetan produk susu perlu dipanaskan.

Demikian postingan ini kami sampaikan, semoga semakin menambah kemantaban Bapak/ibu untuk mengkonsumsi susu kambing



 

Susu Kambing | Sunnah Rosul yang terlupakan

Assalamu’alaikum. Bapak-bapak dan ibu-ibu yang kami hormati, dalam postingan ini kami tuliskan alas an lain mengapa sebaiknya kita mengkonsumsi susu kambing yang menurut pandangan islam. Susu kambing adalah minuman yang tidak kalah bergizinya dibandingkan dengan susu sapi. Bahkan keluhan-keluhan kesehatan yang sering dijumpai akibat minum susu sapi tidak pernah ditemui beritanya pada orang-orang yang mengkonsumsi susu kambing.

Susu kambing dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang mempunyai alergi terhadap susu sapi. Boleh jadi itulah hikmahnya mengapa dalam riwayat-riwayat shahih tentang kehidupan Nabi Muhammad saw dan sahabat-sahabatnya kita temui kisah mereka minum susu kambing, dan bukan susu sapi!

Namun, manfaat susu kambing sayangnya masih belum disadari oleh kebanyakan kaum muslimin termasuk bangsa Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbanyak di dunia.
Sebagaimana di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat, di Indonesiapun susu sapi dan berbagai produk olahannya lebih memasyarakat dan lebih mudah dijumpai di pasaran dibandingkan dengan susu kambing.


Rasulullah saw. pernah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan dalam HR. Muslim bahwa Islam datang dalam keadaan asing dan pada akhirnya akan datang suatu masa di mana Islam akan menjadi asing kembali. Karena dalam memahami dan mempraktekkan ajaran-ajaran Islam seorang muslim diperintahkan Allah SWT. untuk meneladani Rasulullah saw. (QS. 33: 21), maka dalam sejarahnya terdapat pula masa di mana praktek meneladani semaksimal mungkin seluruh sikap dan perilaku sehari-hari Rasulullah – termasuk kebiasaan makan dan minumnya – mengalami masa awal yang asing dan masa kemudian yang asing pula. Di antara jenis minuman yang biasa diminum oleh Rasulullah saw. adalah susu kambing segar, yakni langsung diminum sesudah diperah dari kambing (kisah Abdullah bin Mas’ud pada masa remaja saat dia menggembalakan kambing milik Uqbah bin Mu’aith). Namun, berapa persen dari penduduk muslim di seluruh dunia ini – terlepas dari kemampuan ekonominya – yang punya kebiasaan minum susu kambing? Atau lebih spesifisik lagi: berapa persen dari seluruh kaum muslimin di dunia ini yang tahu akan manfaat susu kambing?

Sulit untuk menemukan adanya data statistik aktual tentang jumlah konsumsi susu kambing di seluruh dunia, apalagi di negara-negara yang penduduknya sebagian besar muslim karena pada umumnya data internasional tentang produksi, konsumsi dan kebutuhan susu ternak yang didokumentasikan dengan baik adalah untuk susu sapi. Bahkan tidak ada data dunia untuk jumlah populasi ternak ruminant kecil (kambing dan domba) yang dibedakan tujuan produknya (sebagai pemasok daging, serat wol, kulit ataukah susu).

Namun, dari data yang tersedia3 nampak bahwa produsen susu kambing yang paling produktif (dalam kg susu/ekor/tahun) di dunia adalah negara Eropa Barat dan Timur yang sebagian besar penduduknya non-muslim seperti misalnya Perancis (400), Rusia (125), Spanyol (121), Italia (115), dan Yunani (78). Sedangkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim seperti Aljazair (47), Irak (35), Sudan (31), Turki (30), Pakistan (17) dan Indonesia (15) produktifitas susu kambingnya sangat rendah. Juga dari muamalah penulis dengan sesama muslim, baik bangsa sendiri maupun bangsa asing yang tinggal di Jerman, dan dari pengamatan terhadap ketersediaan susu sapi dan susu kambing di pasar, toko maupun pusat-pusat perbelanjaan diduga kuat bahwa jawaban atas kedua pertanyaan di atas adalah: tidak banyak. Sebagaimana di berbagai aspek kehidupan lainnya (politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan/keamanan) rupanya dalam hal kebiasaan makan dan minumpun kaum muslimin masih dikuasai oleh arus pemikiran dan politik negara-negara barat.

Padahal Allah SWT. telah berfirman dalam Al Qur’anul Karim: „Maka makanlah yang halal lagi baik (thoyyib) dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah“ (QS. 16 :114). Kebanyakan kaum muslimin baru tiba pada tahap halal, belum sampai tahapan thoyyib. Padahal kalau kita menganalogikan dengan kedudukan sholat wajib dan membayar zakat yang selalu diperintahkan Allah secara bersama-sama dalam sebuah ayat (contohnya di dalam QS. 2: 83, 5: 12, 19: 55 dan 21: 73) untuk menunjukkan pentingnya hal yang kedua yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari hal yang pertama (riwayat Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. memerangi kaum muslimin yang enggan membayar zakat meskipun mereka tidak meninggalkan sholat), maka semestinya pengetahuan mengkonsumsi makanan dan minuman yang thoyyib pun tidak boleh dipisahkan dari yang halal. Maka hendaknya kita tidak berpuas diri dengan mengetahui makanan dan minuman yang halal saja, melainkan hendaknya kita juga menambah pengetahuan kita akan ke-thoyyib-an makanan dan minuman halal, termasuk susu.


Pada umumnya konsumsi susu ternak dianjurkan karena potensinya sebagai sumber protein dan kalsium yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Bahkan sebagai sumber kalsium – dengan pola makan masyarakat yang umumnya sangat kurang konsumsi sayur segarnya – nyaris susu tak bisa digantikan dengan bahan makanan lainnya. Oleh karena itu, pada umumnya ahli pangan dan gizi sangat menganjurkan untuk minum susu setiap hari. Namun, seorang ahli pangan yang sangat memperhatikan pengaruh pola makan terhadap kesehatan dan proses timbul dan sembuhnya berbagai macam penyakit, Norman W. Walker telah membuktikan bahwa susu – kecuali susu kambing segar – adalah bahan makanan yang paling banyak menimbulkan lendir di dalam tubuh manusia. Beliau juga mengamati bahwa susu yang paling cocok untuk dikonsumsi manusia (selain bayi yang belum lepas dari air susu ibu) adalah susu kambing segar. Dinyatakannya pula bahwa pemanasan di atas suhu 48°C justru merusak nilai fisiologis susu kambing dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena merangsang timbulnya lendir yang berlebihan – suatu hal yang sangat kontroversial bagi ahli gizi dan teknologi pengolahan pangan pada umumnya.

Di antara gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari mengkonsumsi susu sapi adalah kegemukan, asma, infeksi paru-paru, pilek alergi (misal alergi serbuk sari) dan tuberkulosis6, meskipun pada umumnya ahli gizi dan dokter berpendapat bahwa susu sapi dapat menjadi bahan makanan sumber berbagai macam antibodi untuk melawan penyakit.

Allah SWT. telah berfirman bahwa susu adalah minuman yang disediakan-Nya bagi manusia (QS. 16: 66, 23: 21). Allah juga menyebutkan bahwa minuman susu itu mudah ditelan oleh manusia. Dalam istilah ilmu gizi tentunya mudah ditelan ini maksudnya adalah mempunyai arti fisiologis yang baik. Tidak mungkin Allah menjerumuskan hamba-hamba-Nya dengan menunjukkan sumber minuman yang justru menimbulkan berbagai macam penyakit. Maka dalam kontroversi manfaat ataukah kerugian yang akan kita rasakan sesudah mengkonsumsi susu sapi perlu dikaji secara menyeluruh, bukan hanya untuk satu jenis gangguan kesehatan semata. Kalau dikatakan susu sapi bisa menjadi sumber antibodi untuk melawan penyakit tertentu, sedangkan di sisi lain status kesehatan orang yang bersangkutan tidak dimonitor secara menyeluruh (misal alergi tetap ada dan berat badan semakin bertambah tanpa bisa dikontrol), maka boleh jadi memang ada manfaat dari susu sapi bagi kesehatan manusia di samping banyak mudhorot yang ditimbulkannya. Ini mirip dengan yang telah berlaku bagi minuman keras (khamr), tapi dalam khamr ini Allah jelas-jelas telah membongkar rahasianya dengan berfirman bahwa di dalam khamr memang bisa ditemui ada manfaatnya (paradoks Perancis dengan khamr anggur merahnya), namun kemudhorotannya jauh lebih besar. Dengan demikian maka besarnya konsumsi susu sapi oleh kaum muslimin selama ini bisa jadi hanya disebabkan oleh keterbatasan ilmu manusia yang keliru dalam menafsirkan ayat tentang susu dalam Al Qur’an sebagai susu ternak apa saja termasuk sapi, sedangkan seharusnya adalah susu kambing. Bukti-bukti ilmiah tentang manfaat susu kambing terhadap kesehatan sebetulnya telah diperoleh manusia hanya saja secara umum publikasinya masih kalah dibandingkan dengan susu sapi.


Sesudah mengetahui sangat banyaknya manfaat susu kambing dibandingkan dengan susu sapi, maka tentu timbul pertanyaan: Mengapa di Indonesia sulit dijumpai produk susu kambing di toko-toko atau di supermarket- supermarket? Bukankah kambing bisa hidup di iklim negara kita? Apakah memang budidaya kambing itu sulit alias tidak prospektif dari sudut pandang ekonomi? Telah diteliti bahwa budidayakambing sangat potensial dan realistis untuk dikembangkan di negara-negara yang sedang berkembang dengan iklim tropis

Dari Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Penelitian Ternak di Bogor dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di Indonesia sangat cocok bagi budidaya kambing dari jenis yang bisa dijadikan sekaligus pemasok susu dan daging, yakni peranakan antara kambing kacang dan kambing Etawah yang berasal dari India dan dikenal dengan kambing PE. Dalam laporan penelitian itu disarankan agar ternak kambing yang jantan dibesarkan untuk dimanfaatkan dagingnya, sedangkan ternak yang betina dibesarkan untuk diambil susunya. Diperhitungkan bahwa satu ekor kambing PE dapat mencukupi kebutuhan protein hewani asal susu untuk sebuah keluarga dengan 5 orang anggota keluarga. Budidaya kambing PE ini sudah menunjukkan keberhasilan di beberapa daerah sehingga sangat potensial untuk dijadikan proyek nasional bagi negara kita yang mayoritas penduduknya masih sangat rendah status gizi dan kemampuan ekonominya.

Jadi, apa lagi yang perlu kita tunggu? Di satu sisi kita dapat menaikkan taraf kesehatan masyarakat dengan menyediakan sumber protein hewani yang halal dan thoyyib, dan menaikkan taraf ekonomi rakyat di pedesaan-pedesaan melalui usaha budidaya kambing ini. Di sisi lain kita dapat melestarikan salah satu sunnah Rasulullah yang telah banyak dilupakan orang di negara yang mayoritas penduduknya muslim. Kita bisa mengambil pelajaran dari negara tetangga kita Malaysia yang telah sukses lebih dahulu dalam mempromosikan pentingnya peran susu kambing ini secara profesional.

Oleh karena itu sudah saatnya para ahli teknologi pengolahan pangan, ahli gizi, ekonom, ahli budidaya ternak dan jajaran pimpinan di pemerintahan memikirkan lebih serius lagi dan saling bekerja sama dalam memasyarakatkan peran penting susu kambing ini dan meningkatkan produksinya. Dalam hal ini ada dua hal penting yang perlu mendapatkan prioritas: peningkatan produksi susu dengan tetap memperhatikan kesehatan ternak dan lingkungan, dan peningkatan keamanan/higiene susu, terutama karena manfaat kesehatan susu kambing sangat berkurang akibat pemanasan, sedangkan pada umumnya untuk keamanan dan pengawetan produk susu perlu dipanaskan.

Demikian postingan ini kami sampaikan, semoga semakin menambah kemantaban Bapak/ibu untuk mengkonsumsi susu kambing



 

Susu Kambing | Sunnah Rosul yang terlupakan

Assalamu’alaikum. Bapak-bapak dan ibu-ibu yang kami hormati, dalam postingan ini kami tuliskan alas an lain mengapa sebaiknya kita mengkonsumsi susu kambing yang menurut pandangan islam. Susu kambing adalah minuman yang tidak kalah bergizinya dibandingkan dengan susu sapi. Bahkan keluhan-keluhan kesehatan yang sering dijumpai akibat minum susu sapi tidak pernah ditemui beritanya pada orang-orang yang mengkonsumsi susu kambing.

Susu kambing dapat menjadi alternatif bagi konsumen yang mempunyai alergi terhadap susu sapi. Boleh jadi itulah hikmahnya mengapa dalam riwayat-riwayat shahih tentang kehidupan Nabi Muhammad saw dan sahabat-sahabatnya kita temui kisah mereka minum susu kambing, dan bukan susu sapi!

Namun, manfaat susu kambing sayangnya masih belum disadari oleh kebanyakan kaum muslimin termasuk bangsa Indonesia yang merupakan penduduk muslim terbanyak di dunia.
Sebagaimana di negara-negara Eropa Barat dan Amerika Serikat, di Indonesiapun susu sapi dan berbagai produk olahannya lebih memasyarakat dan lebih mudah dijumpai di pasaran dibandingkan dengan susu kambing.


Rasulullah saw. pernah bersabda sebagaimana yang diriwayatkan dalam HR. Muslim bahwa Islam datang dalam keadaan asing dan pada akhirnya akan datang suatu masa di mana Islam akan menjadi asing kembali. Karena dalam memahami dan mempraktekkan ajaran-ajaran Islam seorang muslim diperintahkan Allah SWT. untuk meneladani Rasulullah saw. (QS. 33: 21), maka dalam sejarahnya terdapat pula masa di mana praktek meneladani semaksimal mungkin seluruh sikap dan perilaku sehari-hari Rasulullah – termasuk kebiasaan makan dan minumnya – mengalami masa awal yang asing dan masa kemudian yang asing pula. Di antara jenis minuman yang biasa diminum oleh Rasulullah saw. adalah susu kambing segar, yakni langsung diminum sesudah diperah dari kambing (kisah Abdullah bin Mas’ud pada masa remaja saat dia menggembalakan kambing milik Uqbah bin Mu’aith). Namun, berapa persen dari penduduk muslim di seluruh dunia ini – terlepas dari kemampuan ekonominya – yang punya kebiasaan minum susu kambing? Atau lebih spesifisik lagi: berapa persen dari seluruh kaum muslimin di dunia ini yang tahu akan manfaat susu kambing?

Sulit untuk menemukan adanya data statistik aktual tentang jumlah konsumsi susu kambing di seluruh dunia, apalagi di negara-negara yang penduduknya sebagian besar muslim karena pada umumnya data internasional tentang produksi, konsumsi dan kebutuhan susu ternak yang didokumentasikan dengan baik adalah untuk susu sapi. Bahkan tidak ada data dunia untuk jumlah populasi ternak ruminant kecil (kambing dan domba) yang dibedakan tujuan produknya (sebagai pemasok daging, serat wol, kulit ataukah susu).

Namun, dari data yang tersedia3 nampak bahwa produsen susu kambing yang paling produktif (dalam kg susu/ekor/tahun) di dunia adalah negara Eropa Barat dan Timur yang sebagian besar penduduknya non-muslim seperti misalnya Perancis (400), Rusia (125), Spanyol (121), Italia (115), dan Yunani (78). Sedangkan di negara-negara yang mayoritas penduduknya muslim seperti Aljazair (47), Irak (35), Sudan (31), Turki (30), Pakistan (17) dan Indonesia (15) produktifitas susu kambingnya sangat rendah. Juga dari muamalah penulis dengan sesama muslim, baik bangsa sendiri maupun bangsa asing yang tinggal di Jerman, dan dari pengamatan terhadap ketersediaan susu sapi dan susu kambing di pasar, toko maupun pusat-pusat perbelanjaan diduga kuat bahwa jawaban atas kedua pertanyaan di atas adalah: tidak banyak. Sebagaimana di berbagai aspek kehidupan lainnya (politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan/keamanan) rupanya dalam hal kebiasaan makan dan minumpun kaum muslimin masih dikuasai oleh arus pemikiran dan politik negara-negara barat.

Padahal Allah SWT. telah berfirman dalam Al Qur’anul Karim: „Maka makanlah yang halal lagi baik (thoyyib) dari rezeki yang telah diberikan Allah kepadamu, dan syukurilah nikmat Allah, jika kamu hanya kepada-Nya saja menyembah“ (QS. 16 :114). Kebanyakan kaum muslimin baru tiba pada tahap halal, belum sampai tahapan thoyyib. Padahal kalau kita menganalogikan dengan kedudukan sholat wajib dan membayar zakat yang selalu diperintahkan Allah secara bersama-sama dalam sebuah ayat (contohnya di dalam QS. 2: 83, 5: 12, 19: 55 dan 21: 73) untuk menunjukkan pentingnya hal yang kedua yang tidak dapat dipisah-pisahkan dari hal yang pertama (riwayat Abu Bakar Ash Shiddiq r.a. memerangi kaum muslimin yang enggan membayar zakat meskipun mereka tidak meninggalkan sholat), maka semestinya pengetahuan mengkonsumsi makanan dan minuman yang thoyyib pun tidak boleh dipisahkan dari yang halal. Maka hendaknya kita tidak berpuas diri dengan mengetahui makanan dan minuman yang halal saja, melainkan hendaknya kita juga menambah pengetahuan kita akan ke-thoyyib-an makanan dan minuman halal, termasuk susu.


Pada umumnya konsumsi susu ternak dianjurkan karena potensinya sebagai sumber protein dan kalsium yang sangat penting bagi kesehatan manusia. Bahkan sebagai sumber kalsium – dengan pola makan masyarakat yang umumnya sangat kurang konsumsi sayur segarnya – nyaris susu tak bisa digantikan dengan bahan makanan lainnya. Oleh karena itu, pada umumnya ahli pangan dan gizi sangat menganjurkan untuk minum susu setiap hari. Namun, seorang ahli pangan yang sangat memperhatikan pengaruh pola makan terhadap kesehatan dan proses timbul dan sembuhnya berbagai macam penyakit, Norman W. Walker telah membuktikan bahwa susu – kecuali susu kambing segar – adalah bahan makanan yang paling banyak menimbulkan lendir di dalam tubuh manusia. Beliau juga mengamati bahwa susu yang paling cocok untuk dikonsumsi manusia (selain bayi yang belum lepas dari air susu ibu) adalah susu kambing segar. Dinyatakannya pula bahwa pemanasan di atas suhu 48°C justru merusak nilai fisiologis susu kambing dan dapat menyebabkan gangguan kesehatan karena merangsang timbulnya lendir yang berlebihan – suatu hal yang sangat kontroversial bagi ahli gizi dan teknologi pengolahan pangan pada umumnya.

Di antara gangguan kesehatan yang ditimbulkan dari mengkonsumsi susu sapi adalah kegemukan, asma, infeksi paru-paru, pilek alergi (misal alergi serbuk sari) dan tuberkulosis6, meskipun pada umumnya ahli gizi dan dokter berpendapat bahwa susu sapi dapat menjadi bahan makanan sumber berbagai macam antibodi untuk melawan penyakit.

Allah SWT. telah berfirman bahwa susu adalah minuman yang disediakan-Nya bagi manusia (QS. 16: 66, 23: 21). Allah juga menyebutkan bahwa minuman susu itu mudah ditelan oleh manusia. Dalam istilah ilmu gizi tentunya mudah ditelan ini maksudnya adalah mempunyai arti fisiologis yang baik. Tidak mungkin Allah menjerumuskan hamba-hamba-Nya dengan menunjukkan sumber minuman yang justru menimbulkan berbagai macam penyakit. Maka dalam kontroversi manfaat ataukah kerugian yang akan kita rasakan sesudah mengkonsumsi susu sapi perlu dikaji secara menyeluruh, bukan hanya untuk satu jenis gangguan kesehatan semata. Kalau dikatakan susu sapi bisa menjadi sumber antibodi untuk melawan penyakit tertentu, sedangkan di sisi lain status kesehatan orang yang bersangkutan tidak dimonitor secara menyeluruh (misal alergi tetap ada dan berat badan semakin bertambah tanpa bisa dikontrol), maka boleh jadi memang ada manfaat dari susu sapi bagi kesehatan manusia di samping banyak mudhorot yang ditimbulkannya. Ini mirip dengan yang telah berlaku bagi minuman keras (khamr), tapi dalam khamr ini Allah jelas-jelas telah membongkar rahasianya dengan berfirman bahwa di dalam khamr memang bisa ditemui ada manfaatnya (paradoks Perancis dengan khamr anggur merahnya), namun kemudhorotannya jauh lebih besar. Dengan demikian maka besarnya konsumsi susu sapi oleh kaum muslimin selama ini bisa jadi hanya disebabkan oleh keterbatasan ilmu manusia yang keliru dalam menafsirkan ayat tentang susu dalam Al Qur’an sebagai susu ternak apa saja termasuk sapi, sedangkan seharusnya adalah susu kambing. Bukti-bukti ilmiah tentang manfaat susu kambing terhadap kesehatan sebetulnya telah diperoleh manusia hanya saja secara umum publikasinya masih kalah dibandingkan dengan susu sapi.


Sesudah mengetahui sangat banyaknya manfaat susu kambing dibandingkan dengan susu sapi, maka tentu timbul pertanyaan: Mengapa di Indonesia sulit dijumpai produk susu kambing di toko-toko atau di supermarket- supermarket? Bukankah kambing bisa hidup di iklim negara kita? Apakah memang budidaya kambing itu sulit alias tidak prospektif dari sudut pandang ekonomi? Telah diteliti bahwa budidayakambing sangat potensial dan realistis untuk dikembangkan di negara-negara yang sedang berkembang dengan iklim tropis

Dari Warta Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Balai Penelitian Ternak di Bogor dapat disimpulkan bahwa kondisi lingkungan di Indonesia sangat cocok bagi budidaya kambing dari jenis yang bisa dijadikan sekaligus pemasok susu dan daging, yakni peranakan antara kambing kacang dan kambing Etawah yang berasal dari India dan dikenal dengan kambing PE. Dalam laporan penelitian itu disarankan agar ternak kambing yang jantan dibesarkan untuk dimanfaatkan dagingnya, sedangkan ternak yang betina dibesarkan untuk diambil susunya. Diperhitungkan bahwa satu ekor kambing PE dapat mencukupi kebutuhan protein hewani asal susu untuk sebuah keluarga dengan 5 orang anggota keluarga. Budidaya kambing PE ini sudah menunjukkan keberhasilan di beberapa daerah sehingga sangat potensial untuk dijadikan proyek nasional bagi negara kita yang mayoritas penduduknya masih sangat rendah status gizi dan kemampuan ekonominya.

Jadi, apa lagi yang perlu kita tunggu? Di satu sisi kita dapat menaikkan taraf kesehatan masyarakat dengan menyediakan sumber protein hewani yang halal dan thoyyib, dan menaikkan taraf ekonomi rakyat di pedesaan-pedesaan melalui usaha budidaya kambing ini. Di sisi lain kita dapat melestarikan salah satu sunnah Rasulullah yang telah banyak dilupakan orang di negara yang mayoritas penduduknya muslim. Kita bisa mengambil pelajaran dari negara tetangga kita Malaysia yang telah sukses lebih dahulu dalam mempromosikan pentingnya peran susu kambing ini secara profesional.

Oleh karena itu sudah saatnya para ahli teknologi pengolahan pangan, ahli gizi, ekonom, ahli budidaya ternak dan jajaran pimpinan di pemerintahan memikirkan lebih serius lagi dan saling bekerja sama dalam memasyarakatkan peran penting susu kambing ini dan meningkatkan produksinya. Dalam hal ini ada dua hal penting yang perlu mendapatkan prioritas: peningkatan produksi susu dengan tetap memperhatikan kesehatan ternak dan lingkungan, dan peningkatan keamanan/higiene susu, terutama karena manfaat kesehatan susu kambing sangat berkurang akibat pemanasan, sedangkan pada umumnya untuk keamanan dan pengawetan produk susu perlu dipanaskan.

Demikian postingan ini kami sampaikan, semoga semakin menambah kemantaban Bapak/ibu untuk mengkonsumsi susu kambing



 

Jumat, 05 Agustus 2011

SUSU KAMBING ETAWA ALIIFA

Kami dari PT. Sari Madu Utama Karanganyar Jawa Tengah yang berkantor di Jl Jambu Raya No 42 Solo Jawa Tengah Telp: 0271-7568529. Kami adalah produsen susu kambing etawa ALIIFA membutuhkan distributor susu kambing etawa termurah tersebut untuk seluruh wilayah di indonesia. Harga Eceran Tertinggi ( HET ) Rp. 35.000,-. Kami berikan harga diskon kepada anda yang berminat menjadi distributor kami. Syarat dan ketentuan baca di sini. Untuk distributor di Jawa dan Bali diskon 44% sedangkan di luar Jawa dan Bali 60%. Untuk Informasi lebih lanjut silahkan hubungi/SMS Bapak YANTO No HP 0853.2935.0007. PIN BB: 224D17DE. Dan berikut sekilas tentang produk kami:





Biasanya ketika menyebut susu, kita sering membayangkan susu sapi. Padahal susu kambing lebih tinggi manfaatnya dan khasiat jika dibandingkan dengan susu sapi.Dari segi proses pencernaan, susu kambing lebih mudah dicerna karena molekul lemaknya lebih kecil.
Jika dilihat dari khasiatnya, susu kambing tidak kalah dengan susu sapi. Salah satu sebab kurangnya minat masyarakat untuk mengkonsumsi susu kambing adalah karena anggapan bahwa Susu kambing dapat menyebabkan darah tinggi dan "panas".

Sebenarnya, susu kambing berfungsi menstabilkan tekanan darah, jantung dan banyak lagi. Akan tetapi hanya sekian persen kaum muslimin seluruh dunia tahu akan manfaat susu kambing.

Susu kambing sebenarnya mengandung kandungan gizi yang lengkap dan baik untuk kesehatan. Ini tidak mengandung beta-lactoglobulin yaitu penyebab alergi yang dapat menyebabkan asma, masalah pernapasan, radang telinga, infleksi kulit dan gangguan saluran pencernaan. Susu kambing memiliki reaksi alkali yang menguntungkan pada mereka yang memiliki masalah asam terlalu banyak dalam perut dengan cara mengurangi asam hidroklorik perut dan melindungi membrane mucus di permukaan lapisan perut dari kerusakan.


FAKTA MENARIK TENTANG SUSU KAMBING

Menurut Penelitian Susu kambing memiliki banyak khasiat untuk kesehatan tubuh jika dibandingkan dengan susu sapi. Diantaranya adalah membantu mencegah ferrponic anemia ( kekurangan zat besi ), tulang rapuh dan mencerdaskan daya pikir anak-anak.

KELEBIHAN SUSU KAMBING DIBANDING SUSU SAPI
  1. Bersifat Alkali 

  2. 13% lebih kalsium 

  3. 25% lebih vitamin B-6 

  4. 27% lebih antioksidan dan selenium 

  5. 47% lebih vitamin A 

  6. 1.34% lebih potassium 

  7. 3.5% lebih niacin

Niacin adalah nama lain untuk Vitamin B3, yang diperlukan oleh tubuh kita untuk peredaran darah dan kulit yang sehat. Niacin penting dalam menghasilkan energi dari pada gula (blood sugar) dalam pembuatan lemak.Ia membantu dalam fungsi sistem saraf, dalam metabolisme karbohidrat, lemak dan protein dan dalam produksi asam hidroklorik untuk sistem pencernaan. Ia juga terlibat dalam produksi cairan empedu dan perut yang normal dan sintesis hormon reproduksi cairan manusia. Niacin juga mampu menurunkan kadar kolesterol dan memperbaiki peredaran darah. Ia juga membantu dalam penyembuhan penyakit mental seperti schizophrenia. Kekurangan Vitamin B3 yang bisa menyebankan kelelahan, lemah badan, kulit merekah, bengkak mulut dan lidah, diare, gangguan mental, sakit kepala.


Karena khasiatnya yang sungguh menakjubkan inilah kami PT. SARI MADU UTAMA dengan bangga memperkenalkan produk kami susu kambing dalam bentuk bubuk, yang kami beri nama ALIIFA. Susu Kambing Organik Bubuk ALIIFA terbuat dari SUSU KAMBING ETAWA yang dibudidayakan secara organik dan diolah sedemikian rupa untuk menjaga manfaat dan kualitasnya. Susu Kambing etawa merupakan sumber NUTRISI dan GIZI yang hampir setara dengan ASI. Sangat baik dikonsumsi oleh semua usia ( balita, anak-anak, dewasa dan lansia ).


Susu kambing etawa ini merupakan alternatif yang baik untuk mendukung pengobatan terhadap berbagai penyakit yang menggunakan pola makan yang alami (natural food) sehingga mempercepat kesembuhan.




SECARA UMUM SUSU KAMBING ETAWA SANGAT BAIK DIMINUM BAGI
  • Keluhan penyakit pernapasan seperti Asma,TBC,Bronkitis,Infeksi paru-paru 

  • Keluhan / gejala kekurangan darah (Anemia) dan wanita yang haid.

  • Membantu menguatkan tulang, gigi dan baik bagi penderita rematik serta mencegah kerapuhan tulang (Osteoporosis) 

  • Keluhan sakit perut/pencernaan tidak lancar dan Asam Lambung yang berlebihan

  • Menambah vitalitas dan daya tahan tubuh baik pria maupun wanita sehingga tetap semangat tidak mudah capek.

  • Membantu mengurangi keluhan yang diakibatkan sakit kanker.

  • Memulihkan kondisi tubuh orang yang baru sembuh dari sakit.

  • Memperbaiki kondisi jaringan lemak shg dapat menghaluskan kulit.

  • Meningkatkan daya tahan dan kekebalan tubuh terhadap berbagai penyakit.

  • Keluhan sakit ginjal,seperti Nephbrotic syndrom,infeksi ginjal,aram urat tinggi

KELEBIHAN PRODUK KAMI DIBANDINGKAN DENGAN PRODUK LAIN

  • Berbentuk bubuk sehingga tidak memerlukan lemari pendingin 

  • Diolah dengan 100% organic tanpa zat kimia 

  • Expired sampai dengan 15 bulan 

  • Rasanya manis dengan pemanis gula jagung. Aman bagi penderita diabetes 

  • Tanpa bahan pengawet, pewarna, dan bahan tambahan lain 

  • Tidak bau prengus 

  • Harganya relative murah dibandingkan produk sejenis


CARA MENGKONSUMSI
1. Untuk Terapi Penyembuhan Penyakit : Minum 2 kali sehari sebanyak 2 sendok makan, dengan ukuran gelas belimbing / gelas kecil. Di minum Pagi dan Malam hari akan tidur. Seduh dengan air hangat.

2. Untuk Pencegahan dan menjaga kebugaran Tubuh : Minum 1 kali sehari sebanyak 2 sendok makan dengan ukuran gelas belimbing / gelas kecil. diminum Malam hari akan tidur. Seduh dengan air hangat.

3. Untuk anak-anak cukup 1 sendok makan.

HARGA

Harga Eceran Tertinggi ( HET ) Rp. 35.000,-



KEMITRAAN
Kami membuka peluang kepada anda yang berminat menjadi Distributor kami dengan Syarat mudah dan ringan
  1. Order 500 kotak/ bulan 

  2. Bersedia mentaati Kontrak Kerjasama

  3. Fasilitas : Brosur, Spanduk Banner

  4. Selengkapnya silahkan klik di sini

 Kami juga membuka peluang kepada anda yang ingin menjadi agen kami dengan syarat sebagai berikut:

1. Minimal order 60 kotak/bulan
2. Fasilitas : Brosur, spanduk Banner
3. Mendapat potongan harga sesuai quantity order
4. Harga SMS pak Yanto
5. Selengkapnya silahkan klik di sini

 
Demikian sekilas tentang produk kami, kami harap anda tertarik untuk ikut serta memasarkan produk kami tersebut, serta harapan kami masyarakat indonesia lebih memilih cara herbal dengan mengkonsumsi susu kambing etawa ALIIFA produksi dalam negeri dan hasil budidaya anak negeri tercinta ini. Terimakasih.